Rabu, 01 September 2010

Penampakan Yesus di Kramat V

Penampakan Yesus Kristus Di Kramat V No. 24, yang juga sudah disiarkan oleh Indosiar.

Dengan ini saya menyampaikan sesuatu yang luar biasa, di luar dari Yang saya bayangkan. Mungkin beberapa di antara kita sudah tahu berita Penampakan Yesus Kristus Di Kramat V No. 24, yang juga sudah disiarkan oleh Indosiar. Lokasinya tepat di depan Gereja GPIB Gideon, ada rumah seorang Haji, istrinya orang Kristen. Menurut orang-orang yang tinggal di situ, tadinya Pak Haji ini sudah masuk Kristen, tetapi berselang waktu kemudian dia pindah ke Moslem lagi. Ketika dia sembahyang di rumahnya dengan posisi menghadap tembok yang dicat putih, tiba-tiba dia merasakan ada seseorang yang mau bicara kepadanya yang muncul dari tembok tersebut.


Awalnya dia takut dan gelisah sehingga dia menceritakan ke istrinya. Mereka pikir itu hanya ilusi atau rembesan hujan, sampai-sampai dia mencat dinding itu 4 kali, tetapi yang herannya, Penampakan itu semakin jelas. (Penampakan ini tidak terus ada, tetapi sering muncul tiba-tiba di dinding itu). Penampakan ini kalo tidak salah mulai dari tanggal 26 Desember 2000.

Karena banyaknya orang berduyun-duyun datang melihat, akhirnya polisi menjaga rumah itu, dan pengunjung tidak diperbolehkan masuk lagi, dan dikasih pengumuman bahwa Penampakan tersebut sudah tidak ada. Tetapi yang herannya, Penampakan itu justru berpindah ke dinding luar dari kamar tempat Pak Haji pertama kali melihatnya. Ini terlihat pada malam Minggu (tanggal 13 Januari 2001) oleh pengunjung sekitar jam 12 malam sampai dengan jam 1 pagi dini hari. Pengunjung spontanitas bernyanyi memuji-muji Tuhan dan berdoa menangis bersukacita. Banyak juga Hamba Tuhan yang hadir di sana. Menjelang jam 1 pagi dini hari, Penampakan itu semakin hilang, tetapi terangkat ke angkasa dengan cahaya / sinar yang sangat terang dan menghilang.

Berita ini juga sampai kepada saya, dan saya penasaran juga mau melihat, membuktikan benar tidaknya berita tersebut, soalnya tidak jauh dari tempat saya. Akhirnya kami pergi ke lokasi kemarin, hari Minggu, tanggal 14 Januari 2001, sekitar jam 17.30 sore. Benar juga, ternyata di sana masih banyak orang yang pengen lihat. Tapi Penampakan itu pada saat itu tidak ada.

Dan tembok luar, di mana Tuhan menampakkan diri pada malam Minggu tanggal 13-nya, sudah dicat warna Biru Laut, dan catnya pun masih bau dan masih agak lengket.

Kami hanya dapat melihat foto-fotonya, rupanya ada juga yang foto untuk membuktikan, dan di foto itu terlihat wajahnya Yesus Kristus, dengan rambutnya sebahu, itulah yang terlihat jelas, juga gambar ketika sinar / cahaya yang terangkat ke atas. Saya pengen gambar itu sebagai bukti, tetapi harus dipesan dulu.


Kira-kira jam 18.30, menjelang malam, saya dan teman-teman mau pulang, posisi kami saat itu ada di seberang jalan, di depan dinding. Ketika saya berbalik mau pulang, TIBA-TIBA MATA SAYA TERTUJU KE DINDING YANG SUDAH DICAT BIRU ITU, DAN APA YANG SAYA LIHAT, SAYA MELIHAT PENAMPAKAN YESUS DI DINDING ITU! YANG SANGAT JELAS PERTAMA ADALAH KEPALANYA, KEMUDIAN BAHU, KEMUDIAN KEDUA TANGANNYA. POSISINYA, KEPALANYA AGAK MENUNDUK (KURANG LEBIH 45 %), KEDUA TANGANNYA TERANGKAT (POSISI MEMBERKATI), BADANNYA TIDAK TERLIHAT, TETAPI PUNGGUNG / BAHU BELAKANG TERLIHAT, PERGELANGAN TANGAN DAN PUNGGUNG MEMAKAI JUBAH, DAN POSISINYA SEMUA AGAK MIRING (KURANG LEBIH 30 %).

MELIHAT ITU, SPONTAN SAYA BERTERIAK-TERIAK, SETENGAH HISTERIS, "ITU DIA... ITU DIA... ITU TUHAN..." SAYA TIDAK TAHU APA YANG SAYA RASAKAN PADA SAAT ITU. SAYA SAMPAI GEMETARAN DAN MENANGIS. SAYA HANYA DAPAT MENGUCAP SYUKUR KEPADANYA. TERNYATA TEMAN SAYA, YANG BERDIRI DI SEBELAH SAYA, JUGA MELIHAT. DIA JUGA HISTERIS, SETENGAH MENANGIS, "OH TUHAN...OH TUHAN YESUS..."

Shalom alaikhim Beshem ha Mashiah


Saya anak ketiga dari enam bersaudara, empat saudara saya perempuan Dan saya termasuk anak laki-laki paling besar. Saya dilahirkan dalam Keluarga Muslim yang taat dan fanatik karena ayah saya adalah seorang Kiyai dan juga anggota ABRI yang oleh komandannya ditugaskan untuk membina mental dan rohani anggota ABRI.

Dilingkungan keluarga, ayah saya sangat keras dalam mendidik anak-anaknya terutama dalam hal agama. Dalam pergaulan ayah saya juga memberikan pengajaran yang sangat keras, kami dilarang bergaul atau Berteman dengan orang-orang Kristen. Tahun 1992 saya menyelesaikan studi di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Saya dianjurkan ayah saya agar melanjutkan Pendidikan agama ke salah satu pesantren di Jombang, Jawa Timur, supaya saya lebih memahami tentang Al-quran, akan tetapi tinggal dan belajar di dalam pesantren menurut saya tidak efectif karena pengajarannya hanya

membaca dan menulis huruf arab saja tidak dengan arti bahasa indonesianya, sehingga saya hanya bertahan sampai empat bulan, setelah itu saya menganggur.


Pada bulan juli 1994 saya mencoba masuk Lembaga ilmu Pengetahuan Islam Arab LIPIA), setelah mengikuti ujian masuk saya dapat diterima dan ternyata saya salah satu yang mendapat beasiswa untuk belajar di King Abdul Aziz Universitas Jeddah, Saudi Arabia selama tiga tahun. Mendengar kabar tersebut bukan hanya saya yang gembira, orang tua saya lebih gembira dari saya, dengan harapan saya bisa menjadi penerus ayah sebagai seorang "Kiyai".

Bulan November 1994 saya berangkat menuju Saudi Arabia. Di Saudi Arabia saya tinggal di sebuah apartemen di Fasyalia Street I Jeddah, kurang lebih 100 km menuju kota Mekkah. Pada tahun pertama saya tinggal di Saudi Arabia, saya rajin beribadah Umroh dan Haji ke Masjidil Haram Mekkah. Saya sempat terkejut setelah mengetahui bagaimana orang Islam di Saudi Arabia memperingati hari-hari besar Islam karena ada beberapa peringatan hari besar agama Islam di Saudi Arabia yang berbeda dengan di Indonesia, contohnya di Saudi Arabia tidak ada peringatan Maulid Nabi Muhammad dan Isra Mi+raj Nabi Muhammad juga tidak ada adanya Idhul Fitri dan banyak lagi perbedaan agama Islam di negara Arab dengan Indonesia.

"Isa Almasih dalam Al-quran"

Satu setengah tahun sudah saya belajar di Saudi Arabia, saya mulai mengerti arti terkandung dalam kitab suci yang saya imani dahulu yaitu Al-quran. Didalam Quran sendiri banyak sekali kesaksian tentang Injil Isa Almasih, antara lain Surah 46 Al-Ahqaaf ayat 30: QAALUU YAA QAUMANA INNA SAMI+NA KITABAN UNZILA MIMBA+DI YADAIHI YAHDI ILAL HAQQI WA ILA THARIQIM MUSTAQIM, Artinya: "Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengar Kitab Al-Qur+an yang diturunkan sesudah Musa, yang membenarkan Kitab Injil yang memberi petunjuk kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus". Surah 4 An-Nisaa ayat 59: WA INI MIN AHLIL KITABI ILLA LA YU+MINAMNA BIHIIQOBLA MAUTIHI WAYAUMIL QIYAMATI YAKUNU ALAIHIM SYAHIDAA. Artinyaan tidak seorangpun dari ahli kitab akan beriman kepada Isa dan ada hari kiamat Dia menjadi saksi terhadap mereka".


Surat 43 Az-Zukhuri ayat 61: WA INAHUU LA+ILMUL LIS SAA +TI FA LAA AMTARUNA BIHA WA TABI+UNI HAZDAA SHIRAATUM MUSTAQIM. Artinya: "Dan sesungguhnya Dia adalah suatu tanda bagi kiamat maka janganlah kamu ragu-ragu entang kiamat itu, dan ikutlah Aku, inilah jalan yang lurus". Ayat yang diatas menyatakan bahwa jalan yang lurus ada pada Isa Almasih yang memberikan pengetahuan tentang hari kiamat dan tidak boleh diragukan.

Oleh karena itu kita harus bertaqwa kepada Allah dan taat kepada Isa Almasih sebab inilah jalan yang lurus. Disamping Surah 43 Az-zukhuruf tersebut, jalan yang lurus ada di dalam surat 46 Al-Ahqaaf ayat 30 yang menyatakan bahwa Kitab Taurat dan Injil memberikan petunjuk kepada kebenaran kepada jalan yang lurus. Surah Al-Maa-Idah ayat 68 juga menyatakan bahwa Alkitab (Taurat dan Injil) adalah merupakan Kitab yang benar bagi orang yang beragama menurut kehendak Allah.


Surah Al-Maa-Idah ayat 68: QUL YAA AHLAL KITABI LASTUM+ ALAA SYAI iNHATTA TUQIMUT TAURATA WAL INJILA WA MAA UNZILA ILAIKUM MIR RABBIKUM THUQYANAW WAKUKUFRAN FALLA TA+SA+ALAL QAUMIL KAAFIRIN. Artinya: "Katakanlah, hai ahli kitab, engkau tidak beragama yang sebenarnya, kecuali ngkau turuti Taurat dan Injil dan apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, bagi kebanyakan mereka sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran.

"Saya menerima Isa Almasih sebagai Tuhan dan Juruselamat" Pada suatu hari di bulan Agustus 1996 ketika saya sedang membaca Alquran di kamar apartemen tiba-tiba saya melihat seorang laki-laki berjenggot dan berjubah putih mendekati saya. Saya takut sekali tapi bukan karena kehadiran orang tersebut yang begitu tiba-tiba tapi karena wajahnya yang sangat wibawa sekali. Apakah saya ini sedang bermimpi? Ah, tidak .. saya tidak bermimpi ataupun mabuk. Sepertinya orang tersebut tahu kalau saya sedang ketakutan, DIApun langsung berbicara : "Jangan takut Aku datang untuk menyelamatkanmu". Setelah DIA berkata begitu, saya langsung tidak sadarkan diri waktu itu kira-kira pukul 9 malam waktu Jeddah. Segala sesuatu hening dan tenang.

Sayapun merenungkan siapa yang datang tadi? Kalau dia manusia, darimana masuknya sebab semua pintu terkunci. Dan apa maksudnya dengan menyelamatkan?. Koq dia lancar sekali berbahasa Indonesia, sedangkan wajahnya wajah Arab-Palestina. Darimana Dia tahu kalu saya orang Indonesia, sedangkan saya saat itu saya tidak sedang berada di Indonesia tapi di Jeddah, ya paling tidak pakai bahasa Arablah, karena disana orang Indonesia juga kalau bertemu dengan bangsanya sendiri pakai bahasa Arab. Tiba-tiba saya merasakan ada sesuatu yang masuk kedalam diri saya. Sekarang saya baru tahu kalau yang masuk tersebut adalah Roh Kudus dan Roh Kudus itulah yang membuat hati saya dapat mengambil kesimpulan bahwa yang datang tadi adalah Isa Almasih (Yesus Kristus). Sayapun langsung tersungkur dan menangis sambil memohon ampun kepada Allah atas semua dosa-dosa saya selama ini, yang ternyata saya selama ini telah mengikuti jalan yang tidak benar. Spontan saya berkata "Bagaimana saya harus menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat?", bicara saya saat itu memang perlahan saya juga tidak mengerti kenapa saya bicara seperti itu, dan lagi saya tidak tahu Juruselamat itu apa?

Ini hal-hal aneh yang terjadi saat itu. Pagi itu juga saya berdoa dalam bahasa Indonesia dengan lancar sekali, doa saya waktu itu adalah sebagai berikut: "Ya Allah saya percaya melalui FirmanMu bahwa saya adalah manusia berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah serta harus binasa, tetapi saya juga percaya melalui FirmanMu Yesus Kristus telah mati untuk semua orang yang berdosa dan Darah-Nya telah dicurahkan untuk menghapus dosa-dosa kami. Sekarang saya menerima Engkau Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadiku. Penuhi saya dengan Roh KudusMu Tuhan. Terima kasih Tuhan Yesus Kristus. Amin."


Setelah berdoa seperti itu, doa tersebut langsung saya catat ke dalam sebuah buku harian. Setelah itu saya merenung, sambil bertanya-tanya dalam hati, kenapa saya begitu mudah berdoa dalam bahasa Indonesia? Dan mengapa doa tersebut seperti doa orang Kristen, sebab ada kata Yesus? Lantas saya berfikir lagi, yang berdoa tadi, saya atau siapa? Aneh tiba-tiba saya penuh dengan sukacita.

Sejak tahun 1996 saya secara pribadi menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat saya. Ditahun 1997 saya pulang ke Jakarta dengan sambutan meriah dari keluarga karena mereka tahu bahwa diri saya telah menjadi seorang haji yang patut dibanggakan. Keluarga saya belum tahu kalau saya sudah bertemu dengan Tuhan Yesus dan menjadi pengikutNya. Inilah rahasia yang terus saya rahasiakan, tidak seperti yang lain saya tidak pernah memakai gelar Haji di depan nama saya, dan tindakan ini membuat orang tua saya bertanya-tanya akan apa yang saya perbuat.

Tidak lama setelah saya sampai di Jakarta, saya mendapat tawaran bekerja di salah satu Bank swasta di Jakarta. Tetapi baru kerja kurang lebih sembilan bulan, saya terkena PHK karena Bank tersebut dilikwidasi/ditutup oleh pemerintah, tidak lama setelah saya terkena PHK ayah saya memasuki masa pensiun, sehingga harus pulang ke Jomabng, Jawa Timur, karena rumah yang ditempati di Jakarta adalah rumah dinas. Dan saya memilih untuk tinggal dan kost di Jakarta, tepatnya di Jalan Kramat Raya Jakarta pusat. Selama hidup menjadi anak kost yang masih di biayai keluarga karena saya belum bekerja, hal seperti ini menghidupkan kembali kerinduan saya untuk mempelajari Alkitab, seperti janji hati ketika baru menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat saya. Setelah membeli sebuah Alkitab dan saya belajar sama Tuhan, mulailah saya ikut kebaktian, yang pertama sekali saya ikut Kebaktian Minggu disalah satu gedung gereja di Jakarta Pusat. Selanjutnya keluar masuk gereja dari yang Karismatik, Pantekosta, Protestan sampai Katolik sehingga saya mengenal beberapa Hamba Tuhan.

Tanggal 8 April 1999, saya bertemu seorang Hamba Tuhan dari satu gereja di Jakarta yang bersedia membaptis saya pada sebuah kolam renang yang berada di salah satu Hotel di Jakarta Timur.


"Tuhan bekerja luar biasa di balik sobekan celurit" Pada 28 April 1999 saya datang berkunjung ke rumah paman di daerah Pasar Rebo, Jakarta Timur untuk mengakui bahwa saya telah menjadi Pengikut Kristus. Sampai di sanapun saya ditanya oleh Paman, "Bagaimana kabar kamu? Sudah lama tidak main ke sini?" "Puji Tuhan", jawab saya. Mendengar jawaban seperti itu, wajah Paman langsung berubah tidak ada senyum lagi. Saya ulangi lagi, "Puji Tuhan! Sekarang ini saya menjadi pengikut Kristus". Paman saya tanya lagi, Apa itu pengikut Kristus? Dengan suara yang sangat kasar sekali. Saya kembali menegaskan "Sekarang saya sudah menjadi seorang Kristen". Tanpa ada komentar lagi, melayanglah pukulan dari Paman yang bertubuh besar ke arah saya yang berbadan kecil. Saya terjatuh, akibat terkena pukulan, lalu kesempatan itu digunakan oleh paman saya untuk mengambil sebuah celurit yang terpajang di tembok. Lalu dari arah belakang Paman mengalungi lehar saya dengan celurit dan merobek leher saya sambil berkata, "Kamu sudah murtat, Kamu sudah menjadi kafir, orang kafi

16 komentar:

  1. Berbahagia orang yang mati karena namaKu, iya akan ikut serta di dalam Aku

    BalasHapus
  2. bego jangan kebangetan kl mau nulis cerita. temen gw yang agama kristen aje sampe ngakak baca dongeng n cerpen dari lo. apa yakin lo liat yesus..??? bukan gunduruwo atau kuntilanak..??? sedangkan aja paus, frater atau apalah gt ga pernah sekalipun liat langsung yang namanya yesus itu... itu kata temen gw lho bukan kata gw.

    terus kl mang lo di kalungin sabit / celurit ke leher sama paman lo itu kenapa lo masih idup n bikin tulisan di internet kaya gini..??? ini kata gw lho bukan kata temen gw...

    so pliss jangan kaya alay inbox dehhh...

    BalasHapus
  3. TQS. Al Fatihah :

    Ihdinashirratal mustaqim, = "Tunjukilah kami jalan yang lurus",

    shiratalladzina an’amta alaihim = "(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka ( Islam )"

    ghairil maghduubi alaihim = "bukan (jalan) mereka yang dimurkai ( Yahudi )"

    waladhaalin, = dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat (Nasrani)".

    -----------------

    Pengertian ini sesuai dengan makna hadits, di mana Adi bin Hatim RA bertanya kepada Nabi SAW, “Siapakah yang dimurkai Allah itu?” Nabi SAW menjawab, “Al-Yahuud (Yahudi).” “Dan siapakah yang sesat itu?” Nabi SAW menjawab, “An-Nashara (Nasrani).”





    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. kalian fanatik banget ya. Kok kami agama nasrani dibilang kafir?! Memangnya ajaran kami sesat?! Aku beragama katholik terpukul mendengar komentar bahwa kami ini berajaran SESAT!! Tolong hargai keberadaan kami. Apakah hanya islam yang benar. Tidak. Ajaran kamipun mengajarkan kebaikan .Apa yang sesat bego! Sikap fanatik itu adalah sifat negatif yang disukai setan atau iblis . Jika begini akan terjadi kasus SARA lagi. Kami TIDAK TERIMA PENGHINAAN INI , MENGERTI HAI KAUM FANATIK!!!!!!!! AKU BENCI PARA PENGANUT PAHAM FANATIK . TITIK!!!!!!

      Hapus
  4. Tepat sekali komentarmu itu Jabrik Puerto,karena makna hadits yang menjadi rujukanmu itu semakin menunjukkan dengan jelas bahwa ajaran Muhammad yang kamu junjung itu adalah sebuah ajaran rasis yang tak ada bedanya dengan ideologi zionis yang mengganggap kaum mereka adalah kaum paling sempurna diantara kaum manusia lainnya yang berbeda keyakinan&ras dengan kaum mereka,sehingga mereka yang berbeda itu wajar dianggap sebagai lawan yang tak hanya dimusuhi,tapi diperangi,bahkan kalau perlu dibasmi.Kalau memang Islam itu agama yang Rahmattan lil Alamin(Rahmat Bagi Alam Semesta),jawab pertanyaan-pertanyaanku ini.Kenapa Muhammad junjunganmu yang kamu yakini sebagai utusan(rasul)Tuhan,menjawab pertanyaan Adi bin Hatim RA salah satu sahabatnya dengan menyebut bahwa orang Yahudi sebagai orang yang dimurkai Allah dan orang Kristen(Nasrani)sebagai orang sesat?Apakah Allah itu juga pilih kasih terhadap setiap manusia ciptaan-Nya?Apakah Allah itu ialah pribadi Tuhan yang rasis,yang menilai seorang manusia kafir dan manusia yang lainnya non kafir tak cuma berdasarkan keyakinannya tapi juga berdasarkan ras/keturunannya? Apakah hadits nabi yang kamu tunjukkan itu sesuai dengan sifat Allah yang setahu saya sebagai manusia biasa nan fana ini, Allah itu Ialah Sang Maha Adil,Maha Pengasih, Penyayang,lagi Maha Pengampun bagi setiap manusia ciptaan-Nya,tanpa pernah membeda-bedakan?Atau apakah saat Muhammad menjawab pertanyaan Adi bin Hatim RA tersebut,ia benar-benar mengeluarkan jawaban yang benar-benar murni berasal dari dalam hatinya yang jernih berdasarkan wahyu Allah yang ia klaim telah ia terima,atau bisa jadi jawaban Muhammad tersebut ia ucapkan karena berdasarkan adanya alasan(motivasi bahkan sentimen)pribadi dari yang bersangkutan terhadap orang Yahudi dan orang Kristen(Nasrani)pada waktu itu,bukan berdasarkan wahyu Allah yang ia klaim telah ia terima,yang celakanya jawaban dari hadits tersebut sudah menjadi salah satu ajaran resmi,yakni Al Hadits selain Al Quran yang menjadi sumber ajaran Muhammad bagi para pengikutnya secara turun-temurun dari generasi Muhammad serta para sahabatnya sampai ke generasi para pengikutnya sekarang ini dalam bentuk hadits riwayat.Kebenaran hakiki Islam sebagai sebuah agama yang diklaim para penganutnya sebagai agama yang memberikan rahmat bagi alam semesta perlu dipertanyakan kembali dengan lebih serius dan mendalam.Janganlah karena kamu merasa seorang Islam,lalu membela secara fanatik bahkan membabi buta bila ajaranmu dikritisi dengan akal sehat serta batin yang jernih dari seseorang yang sebenarnya ingin menyadarkanmu bahwa ajaran Muhammad yang kamu yakini selama ini adalah sebuah ajaran yang hakiki,ternyata tak sepenuhnya adalah sebuah ajaran yang jujur dalam mengungkapkan kebenaran yang hakiki dari sesuai dengan yang ia syiarkan kepada para pengikutnya.Satu contoh aja saya tunjukkan kenapa saya nilai ajaran Muhammad adalah ajaran yang tak jujur dalam mengungkapkan kebenaran yang hakiki.Ajaranmu melarang seorang pria memiliki istri lebih dari 4 orang tapi kenapa orang yang menjadi sumber ajaranmu tersebut(yakni Muhammad)malah memiliki istri sampai 25 orang?Sungguh,ini adalah salah satu bukti dari sekian banyak bukti lainnya yang benar-benar nyata yang bisa saya beberkan di forum komentar blog ini,tapi tentunya akan menyita waktu terlalu lama kiranya jika saya membeberkan sejumlah bukti tersebut satu persatu.Tolong pikirkan itu kawan,semoga pada saat nanti,kamu bisa bertemu secara langsung dan pribadi dengan Yesus Kristus dan Ia berkenan membimbingmu ke jalan kebenaran yang sejati,sebab jujur saja saya pun dahulunya tak jauh beda dengan dirimu,yakni orang yang keras kepala dalam membenci Yesus Kristus serta ajaran-Nya.Semoga Ia Menyadarkanmu kawan.God Bless U.Amen.

    BalasHapus
  5. Islam...agama penuh kebencian....rasis...maunya ngajak ribut terus....sama kaya umatnya...maunya ngajak ribut...tukang hina...bunuh dst dah biasa di islam.....hhhhjj

    BalasHapus
  6. Islam...agama penuh kebencian....rasis...maunya ngajak ribut terus....sama kaya umatnya...maunya ngajak ribut...tukang hina...bunuh dst dah biasa di islam.....hhhhjj

    BalasHapus
  7. kalian fanatik banget ya. Kok kami agama nasrani dibilang kafir?! Memangnya ajaran kami sesat?! Aku beragama katholik terpukul mendengar komentar bahwa kami ini berajaran SESAT!! Tolong hargai keberadaan kami. Apakah hanya islam yang benar. Tidak. Ajaran kamipun mengajarkan kebaikan .Apa yang sesat bego! Sikap fanatik itu adalah sifat negatif yang disukai setan atau iblis . Jika begini akan terjadi kasus SARA lagi. Kami TIDAK TERIMA PENGHINAAN INI , MENGERTI HAI KAUM FANATIK!!!!!!!! AKU BENCI PARA PENGANUT PAHAM FANATIK . TITIK!!!!!!

    BalasHapus
  8. Gw penah liat yesus d lampu merah pake kolor doang....orgil

    BalasHapus
  9. Mengapa terpancing dgn koment dari ajaran lain kwan,biarkan sj, hemat sy semua ajaran yg diajaran baik adanya, bukankah semua guru mengajarkan yg baik dan benar u murid"nya( ibarat pendidikan formal yg kita geluti sampai jd org pintar) begitu juga iman, pengajaran iman semua baik adanya hnya kita yg menjalani terkadang arogan yg menyatakan agama kita yg pling sempurnah,sebaiknya sempurnakan dlu aklak iman sehingga menghargai 1 dgn yang lain,hay kwan nasrani, bila kita blik membidik org yg membidik kita dgn ajarannya, apa keuntungan u kita,tdk ada, bukankah yesus mengajari kita u menggasihi musuh"kita( kasihi musuh"mu dan berdoalah u mereka yg menganiyaya kamu,sebab mreka tdk tahu apa yg mereka perbuati)dan pd saat penggadilan terakhir dari rentang kehidupan di sanalah akan ada pemisahan kambing dan domba, padi dan ilalang, semua tergantung aklak perbuatankita dlm ziarah hidup kita sendiri, org yg kuat dan shok suci dan blom tentu akan benar di alam akhirat nanti, selam yesus juru mudiku dan jalan kebenaran dan iman(adakah nabi di dunia ini yg bangkit seperti yesus?)

    BalasHapus
  10. Kata Yesus kepadanya :" AKUlah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa,kalau tidak melakukan Aku. Yohanes 14;6

    BalasHapus
  11. Tuhan Yesus adalah juruselamat kami orang nasrani dan kami yakin dan percaaya Dia satu-satunya anak Allah yang tersuci. Kami siap membela Yesus walau nyawa taruhannya.

    BalasHapus